Casio Menutup Tahun 2018 dengan Kesuksesan Program Magang Siswa SMK di Pabrik Casio Thailand

Desember 31, 2018

Jakarta, 31 Desember 2018 — Casio Singapore Pte., Ltd., Jakarta Representative Office, menutup tahun 2018 dengan menjemput dua puluh siswa dari sejumlah SMK di Jawa dan Sumatra yang sejak bulan Oktober 2018 lalu menjalani proses magang di pabrik Casio di Korat, Thailand. Program kerja sama Casio dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini merupakan salah satu poin dari MoU yang ditandatangani Casio dan Kemendikbud bulan Oktober lalu di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Pengiriman siswa SMK untuk menjalani proses magang di pabrik Casio di Thailand ini pun sejalan dengan Inpres 9/2016 tentang revitalisasi pendidikan vokasi, khususnya sinkronisasi kurikulum dan industri.

“Pemagangan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK. Ini merupakan implementasi dari program revitalisasi pendidikan vokasi sesuai amanat Presiden Joko Widodo. Kita harapkan banyak lagi perusahaan yang mengikuti jejak Casio,” ujar Saryadi Guyatno, Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan, Kemendikbud, yang turut hadir di Thailand dalam pemulangan siswa.

Siswa ditempa berbagai informasi mengenai cara pembuatan jam tangan dan kalkulator, bahkan dapat mengaplikasikannya langsung di pabrik Casio Thailand. Tidak hanya mempelajari proses perakitan jam tangan dan kalkulator, para siswa juga melihat secara langsung proses pemilihan bahan, proses pembungkusan produk, menguji kualitas produk, hingga pengiriman ke berbagai negara.

“Kami ingin melengkapi siswa dengan sebanyak mungkin pengetahuan, dari hulu ke hilir. Maka dari itu, selain segala hal yang berkaitan dengan produksi, kami juga mengajarkan tentang sumber daya manusia, administrasi, logistik, juga pengamanan diri,” ujar Shuji Daiba, Managing Director Casio Thailand Co., Ltd.

Selain penggunaan pelindung telinga, tangan, dan kepala, dalam salah satu materi pengajaran mengenai keamanan, para siswa diberikan pelatihan kebakaran.

Disampaikan oleh Daiba, secara umum satu departemen dapat dikuasai dalam waktu dua minggu hingga satu bulan, bergantung tingkat kesulitannya. Namun, siswa magang dari Indonesia dinilai sangat cepat mengusai berbagai hal yang diajarkan di pabrik Casio.

Menanggapi hal ini, Naufal, salah satu siswa magang mengatakan, “Kami sudah mempelajari banyak hal di SMK. Pengetahuan dan keahlian kami yang kami peroleh di SMK dapat kami aplikasikan di sini. Kami cukup mudah beradaptasi, terutama dalam teknik pengoperasian sebuah mesin, cara perakitan kalkulator dan jam tangan.”

Peserta magang lainnya, Farras, mengungkapkan kegembiraannya akan pengalaman berharga ini, “Berbeda dengan perusahaan lain tempat saya juga magang. Di sana saya lebih banyak membantu membuatkan teh, membuat fotokopi, dan hal sejenisnya. Di pabrik Casio kami betul-betul mempelajari banyak hal baru, bahkan kedisiplinan yang diajarkan selama tiga bulan ini, dan kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini.”

Mutia Meilina, Casio for Education Manager, Casio Jakarta mengatakan, “Bagi kami kedisiplinan merupakan awal dari lahirnya pribadi yang tangguh dan tentu semua akan berujung pada produk yang prima sesuai dengan standar pasar global.”

Di hari terakhir kehadiran siswa di Pabrik Casio Thailand, para siswa yang dibagi ke dalam empat kelompok masing-masing memberikan presentasi mengenai apa saja yang dipelajari selama hampir tiga bulan tersebut. Masing-masing memberikan presentasi dalam bahasa Inggris dengan berbagai sudut pandang yang menarik.

Kegiatan Siswa Sehari-Hari

Setiap hari, para siswa akan diberangkatkan ke pabrik Casio yang berjarak kurang lebih 30 menit dari tempat penginapan dengan kendaraan khusus. Para siswa mendapatkan pelatihan dari pengajar khusus yang disiapkan Casio sehingga proses bekerja di pabrik Casio tetap dapat berjalan lancar.

Siswa akan belajar di pabrik, dan dapat menikmati makan siang bersama seluruh pegawai pabrik Casio di Thailand di kantin khusus. Mereka mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan dengan makanan dan minuman. Setelah semua proses belajar selesai, para siswa diantar kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat.

Casio memerhatikan kebutuhan siswa secara terperinci, bahkan di kantin pegawai disediakan alat makan khusus bagi penganut agama Islam agar siswa dapat menikmati makan siang dengan nyaman tanpa kekhawatiran. Setiap hari Jumat, siswa akan diantar ke Masjid Al-Ridwan (Nana) untuk menjalankan shalat Jumat. Walaupun siswa mengakui tidak mengerti khotbah yang disampaikan dengan bahasa Thailand, para siswa tetap tekun beribadah.

Kini, para siswa telah kembali ke rumah masing-masing dan siap mengaplikasikan pengetahuannya untuk menyelesaikan sekolah dan tentunya menjadi bekal di masa depan.